Bagaimana kabar teman-teman? ketika harus di rumah aja hehe
Covid-19 menjadi tranding topic dan buah bibir seluruh dunia. Tante satu ini memang cukup mengerikan. Transmisi nya begitu gesit "Human by human". (Ternyata oh ternyata), kita manusia yang bertubuh kekar dan gagah takluk dan ciut saat harus berhadapan dengan tante corona, Betul? " yup...Harap-harap cemas gimana gitu" hehe.
Social distancing dan kebijakan lockdown di berlakukan di beberapa negara dengan tujuan untuk mengekang pegerakan tante corona. Dampak yang di timbulkan, manusia seketika berhenti dari kesibukan dunia, Ekonomi global kacau, pendidikan (Pembelajaran dengan sistem daring di tuntut untuk seefektif mungkin), semua kalang kabut sebab tanpa persiapan sebelumnya di tuntut untuk merombak sistem yang ada. Postifnya Polusi udara berkurang iya kan? Wkwk.
Lanjut...
Yang biasanya kerja dari pagi hingga larut malam, sekarang malah dilarang keluar rumah. Manusia di perintahkan untuk tidak kemana mana, dan manusia di ajak untuk sejenak melepaskan kesibukan dunia.
Hikmah nya: Tante corona adalah pengingat agar manusia tidak terlalu "Sok sibuk."
Sehingga melupakan kewajiban sebagai seorang hamba, melalaikan kewajiban sebagai seorang istri, melepaskan tanggung jawab sebagai orang tua, dan melupakan untuk berbuat baik dan peduli dengan sesama. Andai saja tante corona bisa berbicara mungkin dia akan bilang "Aku adalah tentara kecil, Jika bukan di tempat yang sesuai dengan ku, maka aku lekas mati. Tapi sungguh, kalian manusia lebih lemah dari aku."
Wo wo wo wo wo....
Manusia lemah??? How it can be? Mari kita analogikan, Sedikit saja manusia lengah (Lengah fisik, psikis, dan Ruh) Tante corona kemudian menyapa"Hai.. Halo...", setelah itu manusia bisa batuk batuk hingga sesak nafas. Lantas apa maksud tante corona? Tante corona hanyalah sebagai pengingat agar kita sadar bahwa kita bisa bernafas dengan baik selama ini, dan menikmati udara segar adalah nikmat yang tiada terhingga. "Setiap jiwa akan mati" (Yup tentu) dan satu hal penting yang perlu manusia ingat, setiap jiwa memiliki kesempatan untuk mati dengan cara terhormat dalam artian manusia mati dalam keadaan memiliki bekal amal kebaikan yang cukup. Cukup dalam ukuran yang bagaimana? Cukup yang sangat banyak, sehingga saat di reduce oleh amal keburukan, kedzoliman kita kepada orang lain, Kelalaian, dan kekhilafan. Eksistensi Cukupnya masih mendominasi.
Let's Quiz!!
1. Amal baik sudah sampai dimana?
2. Presentase kesibukan dunia selama ini seperti apa?
3. Sudah seberapa jauh meninggalkan Tuhan?
Selamat menjawab semua pertanyaan, jangan khawatir semua kunci jawabannya ada di diri kamu.
Cheer Up!!.....
Sihir Hujan
Covid-19 menjadi tranding topic dan buah bibir seluruh dunia. Tante satu ini memang cukup mengerikan. Transmisi nya begitu gesit "Human by human". (Ternyata oh ternyata), kita manusia yang bertubuh kekar dan gagah takluk dan ciut saat harus berhadapan dengan tante corona, Betul? " yup...Harap-harap cemas gimana gitu" hehe.
Social distancing dan kebijakan lockdown di berlakukan di beberapa negara dengan tujuan untuk mengekang pegerakan tante corona. Dampak yang di timbulkan, manusia seketika berhenti dari kesibukan dunia, Ekonomi global kacau, pendidikan (Pembelajaran dengan sistem daring di tuntut untuk seefektif mungkin), semua kalang kabut sebab tanpa persiapan sebelumnya di tuntut untuk merombak sistem yang ada. Postifnya Polusi udara berkurang iya kan? Wkwk.
Lanjut...
Yang biasanya kerja dari pagi hingga larut malam, sekarang malah dilarang keluar rumah. Manusia di perintahkan untuk tidak kemana mana, dan manusia di ajak untuk sejenak melepaskan kesibukan dunia.
Hikmah nya: Tante corona adalah pengingat agar manusia tidak terlalu "Sok sibuk."
Sehingga melupakan kewajiban sebagai seorang hamba, melalaikan kewajiban sebagai seorang istri, melepaskan tanggung jawab sebagai orang tua, dan melupakan untuk berbuat baik dan peduli dengan sesama. Andai saja tante corona bisa berbicara mungkin dia akan bilang "Aku adalah tentara kecil, Jika bukan di tempat yang sesuai dengan ku, maka aku lekas mati. Tapi sungguh, kalian manusia lebih lemah dari aku."
Wo wo wo wo wo....
Manusia lemah??? How it can be? Mari kita analogikan, Sedikit saja manusia lengah (Lengah fisik, psikis, dan Ruh) Tante corona kemudian menyapa"Hai.. Halo...", setelah itu manusia bisa batuk batuk hingga sesak nafas. Lantas apa maksud tante corona? Tante corona hanyalah sebagai pengingat agar kita sadar bahwa kita bisa bernafas dengan baik selama ini, dan menikmati udara segar adalah nikmat yang tiada terhingga. "Setiap jiwa akan mati" (Yup tentu) dan satu hal penting yang perlu manusia ingat, setiap jiwa memiliki kesempatan untuk mati dengan cara terhormat dalam artian manusia mati dalam keadaan memiliki bekal amal kebaikan yang cukup. Cukup dalam ukuran yang bagaimana? Cukup yang sangat banyak, sehingga saat di reduce oleh amal keburukan, kedzoliman kita kepada orang lain, Kelalaian, dan kekhilafan. Eksistensi Cukupnya masih mendominasi.
Let's Quiz!!
1. Amal baik sudah sampai dimana?
2. Presentase kesibukan dunia selama ini seperti apa?
3. Sudah seberapa jauh meninggalkan Tuhan?
Selamat menjawab semua pertanyaan, jangan khawatir semua kunci jawabannya ada di diri kamu.
Cheer Up!!.....
Sihir Hujan
Komentar
Posting Komentar