Hati Gelas Gelas Kaca

     Aku ingin berbagi cerita, Kisah ku dengan pak pos. Hari itu ku mendapati panggilan masuk di ponsel ku " Mbak Barang nya sudah datang". 

"Baik Pak" Respon ku cepat,

 "Tapi maaf mbak saya tidak mengantarkannya ke rumah langsung, Bisa tidak? mbak ambil sendiri di jalan (Titik titik)?".

 "Loh pak!!" Enggan memahami udzur nya atau memilih berHusnudzon, SEKETIKA suaraku meninggi dan mempertanyakan etos kerja serta tanggung jawab pak pos dalam mengemban amanah!!

Ah, hari itu aku merasa sangat kacau sekali!! Sebab musabbab sepele, dengan mudah menyulut emosi. 

Aku melaju dengan motor kecepatan tinggi, kala itu pandangan ku cukup gelap sebab amarah dan sudah pasti raut wajah ku sangat tak elok untuk di pandang. Aku tak menikmati panjangnya perjalanan yang ada adalah hati yang menggerutu. Istighfar juga belom terucap!!

Hingga pada akhirnya, kujumpai seorang kakek berjalan kaki di tepian jalan. "Deg. .!!" Seketika hati tersadar, laju motorku mengurang, siapa sangka!! Ketika ku mencoba untuk melemparkan senyum kepada nya meskipun itu terpaksa, Hal ini cukup ampuh meredam emosiku. 

I see. . . Allah Sedang Menegurku, mengkode bahwa ini salah!! Dan aku? Harus peka. . !!

Ya begitulah readers. . Kita seringkali lalai tentang hati dan nurani kita yang seringkali berpenyakit sehingga melakukan Hal-hal Out of control 

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami (berpikir) atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46)

_

David Paterson, Ph.D. Seorang guru besar di Universitas Oxford, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Mercola dalam artikel ilmiahnya, menemukan bahwa otak kita bukanlah satu-satunya sumber emosi, tapi hati juga turut andil dalam menghadirkan emosi. Hati kita benar-benar mengandung neuron yang serupa dengan otak. Hati dan otak manusia saling terhubung erat, menciptakan keseluruhan emosional simbiosis.

Aku tertegun mendapati cerita sekaligus kalam hikmah kawan ku. "Kau tau mas!! (Aku di panggilnya "mas Den"). Hati itu dia ga jalan, tapi masyaAllah, dia bisa keliling dunia. Sulit sekali menjaganya untuk tetap on the track!! Jika bukan karena ilmu aku kesulitan untuk mensiasatinya "

Memang benar! menghayal, menggerutu, mengeluh, Seudzon, mendengki, Seolah menjadi sarapan setiap hari, Hingga akhirnya keluar dari ranah taat menuju maksiat. (OMG)

Hati manusia ibarat gelas-gelas kaca, mudah syekaliii kotor.

Terkadang merasa puas dan bangga ketika selesai melakukan hal baik atau ketaatan, apapun itu. Sampai2 tak cukup dengan merasa puas, hati pun bisa mengajak berbangga diri dan memandang orang di sekitar tidak lebih baik.  Namun, akal menyadarkan bahwa hal itu salah!! Dengan mengingat salah satu kalam hikmah:

"Allah lebih suka taubatnya seorang pendosa daripada sombongnya orang yang mebaca tasbih". Itu pukulan keras furgoso. . . .!!!

_

Hari ini kita belajar ikhlas Readers, "Bukan belajar memvonis hati orang lain tidak Ikhlas". Fenomenanya, ketika ada amal yang tampak, serta merta kita langsung menggaung "Wahh Riya' tuh". . Astaghfirullah. . . !! (Ini tandanya Hati Kita yg bermasalah). Siapa Bisa menghakimi hati seseorang? sedangkan perkara hati adalah urusan dirinya dan Rabb nya!!

_

Tidak kah cukup berhikmah dengan kisah usamah? Kala itu dalam peperangan usamah tetap menghunuskan pedangnya pada lawan yang mengucapkan kalimat tauhid. Kemudian Rasulullah mengecamnya, sebab siapun yang mengucapkan kalimat tauhid maka darahnya terjaga!!

"Apakah ia sudah mengucapkan Laa Ilaaha Illa Allah, namun engkau tetap saja membunuhnya?”

Maka Usamah bin Zaid menjawab:

“Wahai Rasulullah, dia mengucapkannya karena takut kepada senjata kami.”

Namun Rasulullah SAW bersabda:

“Kenapa engkau tidak membelah dadanya, sehingga engkau mengetahui apakah hatinya mengucapkan Laa Ilaaha Illa Allah karena ikhlas ataukah karena alasan lainnya?”

_Usamaha tertegun. Think deeper_

Rasulullah Saw lalu membayarkan diyat atas usamah dan mengembalikan harta korban yang dirampas kepada keluarganya.

Uwuuuuuu Lanjuttttt. . . . . .  

_

Kita tak pernah tau perjuangan jatuh bangun pergulatan batin orang-orang dlm menjaga hatinya dengan harapan agar menjadi hati yang "Qolbun salim"

Mari kita bahu membahu, untuk menjaga niat hati agar tak rusak, hingga akhirnya menjadi rayap amal. 

"Memuji tak salah" tapi, tolong berikan batasan nya agar hati saudara kita bersih, aman, makmur sentosa!! Dan Tak ada kegelisahan yang melahap sebab ingin di sanjung atau ingin di puji.

(Andai manusia tau, akan cepatnya dia di lupakan setelah mati!! maka dia tidak akan tergila gila, akan pujian manusia)

“Memuji orang itu sama halnya dengan menyembelihnya! karena orang yang disembelih pasti akan terputus dari amalnya. Demikian juga dengan orang yang dipuji-puji, karena pujian itu menyebabkan terputusnya kesemangatan dalam beramal, lagi melahirkan sifat sombong dan bangga diri.” (al-Ghazali, dalam Ihya’ Ulumuddin, 3/160)

_

"Sesungguhnya makanan hati adalah ilmu dan hikmah. Dengan keduanyalah hati bisa hidup"- (Iman Ghazali_ Ihya'ulumudin)

Siapa yg tak Ingin memiliki hati yang hidup? Setiap dari kita ingin itu bukan? Ingin agar Senantiasa Positive Thinking dan bijak dalam melihat tabir-tabir hikmah atas segala sesuatu baik atau buruk, yang mengembirakan hati atau tidak. 

(Orang mukmin melihat dosa sebgaimana dia diatas gunung yang setiap kali melihat kebawah dia takut jatuh)

Berapa banyak amalan2 besar rusak akibat rusaknya niat!! berapa banyak amalan2 kecil menjadi besar akibat lurus dan baiknya niat!!

Siapa pemilik menejemen hati terbaik? "Rasulullah". Hati beliau dibersihkan langsung oleh jibril. 

Rasulullahpun menempati posisi agung untuk kita jadikan kiblat dalam urusan ibadah hati.

_

Tidak kah kita mau berhikmah? dari kisah yang menarik dari Khalid bin Walid. . !! 

Khalid memang sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Namun khalid tidak sombong walaupun dia berada dalam puncak popularitas. 

Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Ketika Khalifah Umar bin Khathab mencopot sementara waktu kepemimpinan Khalid bin Walid tanpa ada kesalahan apa pun. Menariknya, ia menuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah. 

Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Sang Maha Pencipta. "Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!". 

Allah tau itu, dan menjadikannya terkenal  diantara penduduk langit dan bumi!! Bukan kah kisahnya tercatat dalam sejarah?. Khalid tidak menginginkan popularitas, namun Orang-Orang dengan sendirinya tau Khalid bin Walid Yg mendapat julukan "Pedang Allah yang Terhunus" adalah seorang panglima perang termasyhur dan ditakuti di medan tempur.

_

Allah Tidak mau readers. .   Ridhonya di samakan dengan ridho makhluk!!! Jangan biarkan niat hati kita bercabang- cabang untuk INI, ITU. . . 

_

Tidak kah kita mau berhikmah dari kisah lainnya? Tentang Kelembutan perkataan dan kebaikan ummu Abdillah kepada suaminya imam Ahmad!!. Beliau Taat kepada imam Ahmad  bukan karena Imam Ahmad adalah suami nya tp taatnya beliau semata-mata karena disana terselip niat karena Allah (Untuk meraih Ridho Allah)

_

Lazim kan do'a Ini, yang semoga dengan nya hati dan niat kita senantiasa Allah Rahmati

"Allahumma ati nafsi taaqwaha wa zakkaha anta khoiru man zakkaha anta waliyyuha wa maulaha."

Artinya:

"Ya Allah berikan jiwaku ini ketakwaan, sucikan ia, Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkau penolongnya dan pemiliknya."


Closing Quote:

Apapun yg disampaikan atau pun ditulis jika datangnya dari hati maka akan menembus hati_U.Oemar M


Stay tune ya Readers d Next Postingan. .  Sangat menerima masukan "Saran Tema" dll Sampaikan di Kolom Komentar, Oh iya klo lg gabut Akses Link Blog ada di IG ku @deniyatri

Komentar

Posting Komentar